
20 perempuan di lingkungan tersebut yang mengikuti pelatihan adalah warga yang tinggal di pemukiman kumuh dekat Jakarta International Stadium (JIS). Perempuan-perempuan yang kami latih ini mengalami keterbatasan finansial, kurang memiliki pendapatan yang memadai dan keterampilan untuk memasarkan produk mereka. Program pelatihan kami mencakup tiga bidang utama: menjahit, kewirausahaan, dan pengelolaan limbah. Di bawah bimbingan Bu Lena, mereka akan menerima instruksi komprehensif mulai dari dasar-dasar bahan dan penggunaan mesin. Pelatihan akan berlanjut dengan pembuatan lembaran LDPE dan kelas dasar keuangan bisnis, membekali mereka dengan sarana untuk berpotensi mendirikan usaha mereka sendiri.
Dalam upacara pembukaan, Pak Edward menyampaikan komitmen PT. KPI untuk memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat dengan memberikan sarana dan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar serta mengembangkan keterampilan mereka dalam memproduksi produk yang layak jual. Kolaborasi dengan Liberty Society untuk pelatihan ini merupakan langkah strategis yang mendorong dampak jangka panjang dengan membekali perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan. Tujuan utama pelatihan ini adalah memberdayakan perempuan untuk menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.
CEO Tamara menyampaikan harapannya agar perempuan yang dilatih dapat menemukan inspirasi dan harapan bagi keluarga mereka serta masa depan anak-anak mereka. Pak Thomas, dengan penuh antusias, menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan ini, dengan menekankan bahwa pelatihan ini lebih dari sekadar bantuan sembako atau uang yang bersifat sementara, melainkan menawarkan transformasi yang berkelanjutan dalam kehidupan perempuan-perempuan ini.

