sustainability design

Apa Itu Sustainable Design? Pahami Konsep dan Penerapannya

Sebagai seorang pebisnis, pemahaman akan sustainable design (desain berkelanjutan) tak hanya esensial dalam menjaga keseimbangan lingkungan, namun juga sebagai strategi bisnis jangka panjang yang dapat meningkatkan profit. Dalam era bisnis modern, korporat dan profesional harus menilai ulang pendekatan mereka dalam merancang produk atau layanan.

1. Apa Itu Sustainable Design?

Definisi Dasar Desain berkelanjutan (Sustainable Design) adalah pendekatan desain yang mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam setiap tahapan proses desain. Tujuannya adalah untuk menciptakan solusi yang tidak hanya efisien dan inovatif, tapi juga ramah lingkungan dan dapat bertahan lama.

2. Mengapa Sustainable Design Penting bagi Korporat?

Nilai Brand dan Reputasi Konsumen semakin sadar akan isu-isu lingkungan. Mereka cenderung memilih brand yang berkomitmen pada keberlanjutan. Dengan menerapkan sustainable design, perusahaan dapat meningkatkan reputasi dan nilai brand di mata konsumen.

Hemat Biaya dalam Jangka Panjang Desain berkelanjutan seringkali memaksimalkan efisiensi sumber daya. Ini berarti mengurangi limbah, memanfaatkan bahan daur ulang, dan mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang.

3. Bagaimana Cara Menerapkan Sustainable Design?

Analisis Daur Hidup Mulailah dengan menganalisis seluruh siklus hidup produk atau layanan, dari bahan baku hingga pembuangan akhir. Dengan demikian, perusahaan dapat mengidentifikasi area-area dimana efisiensi dapat ditingkatkan dan dampak lingkungan dapat dikurangi.

Kolaborasi Interdisipliner Kerjasama antar departemen dan disiplin ilmu akan memastikan pendekatan holistik dalam proses desain. Misalnya, tim pemasaran bisa bekerja sama dengan tim R&D untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan pasar dan ramah lingkungan.

Penerapan Teknologi Hijau Menginvestasikan pada teknologi hijau seperti energi terbarukan, teknologi daur ulang, dan teknologi efisiensi energi akan mendukung implementasi desain berkelanjutan.

4. Manfaat Jangka Panjang dari Sustainable Design

Ketahanan Pasar Produk atau layanan yang didesain dengan pendekatan berkelanjutan cenderung memiliki daya tahan pasar yang lebih lama. Hal ini karena mereka memenuhi kebutuhan konsumen saat ini sekaligus mempersiapkan diri untuk tren masa depan.

Keunggulan Kompetitif Dalam pasar yang kompetitif, perusahaan yang menerapkan desain berkelanjutan memiliki keunggulan komparatif. Mereka dapat menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas atau fungsi.

Peningkatan Loyalitas Pelanggan Konsumen yang percaya bahwa perusahaan memiliki komitmen terhadap keberlanjutan cenderung lebih loyal. Mereka menghargai perusahaan yang berinvestasi dalam praktek bisnis yang bertanggung jawab.

5. Tantangan dalam Implementasi Sustainable Design

Investasi Awal Meskipun ada potensi hemat biaya jangka panjang, implementasi awal dari desain berkelanjutan mungkin memerlukan investasi awal yang signifikan.

Kurva Belajar Perubahan paradigma selalu memerlukan adaptasi. Tim desain mungkin perlu pelatihan tambahan untuk memahami prinsip-prinsip keberlanjutan dan bagaimana menerapkannya dalam pekerjaan mereka.

Mengukur Dampak Menilai seberapa efektif suatu desain dari perspektif keberlanjutan bisa menjadi tantangan. Alat dan metrik mungkin perlu dikembangkan atau disesuaikan untuk memastikan bahwa keberlanjutan benar-benar dicapai.

Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, sustainable design muncul sebagai strategi esensial bagi perusahaan yang ingin tetap relevan, kompetitif, dan profitable. Dengan menerapkan prinsip-prinsip desain berkelanjutan, korporat dan profesional dapat memastikan bahwa mereka tidak hanya berkontribusi pada planet yang lebih hijau, tetapi juga meningkatkan profitabilitas jangka panjang.

 

Contoh Implementasi Sustainable Design dalam Dunia Bisnis

Dalam menjalani era industri 4.0, banyak perusahaan yang mulai menyadari pentingnya menerapkan prinsip sustainable design dalam operasional mereka. Beberapa dari mereka bahkan berhasil menonjolkan diri sebagai pelopor dan pemimpin dalam bidang keberlanjutan. Berikut adalah beberapa contoh dari perusahaan yang sukses dalam penerapan sustainable design:

1. IKEA

Desain Produk Ramah Lingkungan Salah satu raksasa retail mebel dunia, IKEA, telah lama menerapkan prinsip sustainable design. Mereka memperkenalkan serangkaian produk yang dirancang untuk mengurangi limbah dan memaksimalkan efisiensi. Misalnya, dengan menggunakan kayu dari sumber yang dikelola secara berkelanjutan dan meningkatkan penggunaan bahan daur ulang dalam produk-produk mereka.

Inisiatif Energi Terbarukan IKEA berkomitmen untuk beroperasi 100% dengan energi terbarukan. Mereka telah berinvestasi dalam pembangunan turbin angin dan instalasi panel surya di banyak toko dan fasilitas mereka di seluruh dunia.

2. Tesla, Inc.

Revolusi Mobil Listrik Tesla tidak hanya memproduksi mobil listrik, tetapi mereka mendesain ulang konsep kendaraan dengan pendekatan berkelanjutan. Dengan baterai yang dapat diisi ulang dan inisiatif supercharger yang terus berkembang, Tesla berupaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Solusi Energi Rumah Selain mobil, Tesla juga menciptakan solusi penyimpanan energi untuk rumah, seperti Powerwall, yang memungkinkan pemilik rumah untuk menyimpan energi surya dan menggunakannya sesuai kebutuhan.

3. Patagonia

Bahan Berkelanjutan Perusahaan pakaian outdoor ini dikenal dengan komitmennya pada keberlanjutan. Patagonia menggunakan bahan daur ulang dan organik dalam banyak produknya, serta menjalankan program "Worn Wear" yang mendorong konsumen untuk memperbaiki pakaian lama mereka daripada membeli yang baru.

Transparansi Suplai Patagonia berkomitmen pada transparansi rantai pasokan, memastikan bahwa pemasok mereka juga mematuhi standar etika dan lingkungan yang ketat.

4. Unilever

Strategi Keberlanjutan Giant FMCG ini telah meluncurkan "Unilever Sustainable Living Plan", yang berfokus pada tiga pilar besar: meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan peluang ekonomi.

Pengurangan Limbah Plastik Unilever berjanji untuk memastikan bahwa semua kemasan produknya dapat didaur ulang, dikomposkan, atau digunakan kembali pada tahun 2025.

5. Adidas

Sepatu dari Sampah Plastik Adidas, dalam kemitraannya dengan Parley for the Oceans, menciptakan sepatu yang terbuat dari sampah plastik yang ditemukan di laut. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang masalah pencemaran laut, tetapi juga menunjukkan bagaimana limbah dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi.

Penggunaan Bahan Berkelanjutan Adidas berkomitmen untuk menggunakan 100% katun berkelanjutan dan telah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kantor-kantor dan event-event mereka.

6. Starbucks

Mengurangi Limbah Plastik Starbucks telah mengumumkan niatnya untuk menghilangkan sedotan plastik dari semua outletnya. Sebagai gantinya, mereka mendesain ulang tutup gelas mereka agar dapat diminum tanpa sedotan.

Pendekatan Bahan Baku Berkelanjutan Starbucks berupaya untuk memastikan bahwa kopi, teh, dan bahan baku lainnya yang mereka gunakan bersumber dari petani yang menggunakan praktik berkelanjutan.

7. Apple Inc.

Recycling Program Apple menjalankan program daur ulang untuk produk lama, memastikan bahwa bahan berharga dari gadget lama dapat digunakan kembali, sambil mengurangi jumlah limbah elektronik.

Desain Produk Ramah Lingkungan Mulai dari pengepakan hingga produk akhir, Apple memastikan bahwa desainnya meminimalkan dampak lingkungan. Misalnya, mereka menggunakan aluminium daur ulang untuk menghasilkan casing MacBook terbaru mereka.

Setiap contoh di atas menunjukkan bagaimana perusahaan besar memahami pentingnya sustainable design dan bagaimana pendekatan berkelanjutan dapat diintegrasikan dalam strategi bisnis mereka. Ini bukan hanya tentang "melakukan hal yang benar" untuk lingkungan; ini juga tentang memahami tren konsumen, meningkatkan efisiensi, dan memposisikan perusahaan untuk sukses di masa depan yang semakin hijau.

Leave a comment

Please note, comments need to be approved before they are published.