Isu lingkungan makin jadi perhatian masyarakat Indonesia. Orang orang kini lebih selektif memilih brand yang punya komitmen nyata terhadap keberlanjutan, bukan sekadar slogan belaka. Tren ini merambah ke dunia korporat, di mana perusahaan mulai sadar bahwa urusan sekecil merchandise kantor pun bisa berdampak pada citra brand mereka.
Kebutuhan ini melahirkan permintaan baru di ranah B2B, yaitu produk ramah lingkungan yang bisa jadi media branding sekaligus bukti nyata kepedulian perusahaan. Sayangnya, tidak semua produk yang mengaku eco friendly benar benar diproses secara berkelanjutan. Banyak yang hanya mengandalkan kemasan hijau tanpa proses produksi yang bertanggung jawab.
Di sinilah material jadi kunci. Kain deadstock dan plastik daur ulang seperti HDPE, LDPE, dan PET bisa diolah kembali menjadi barang fungsional bernilai tinggi. Material ini berasal dari sisa produksi atau sampah yang tadinya berakhir di TPA, lalu diolah lagi lewat proses upcycling agar bisa dipakai ulang tanpa mengurangi kualitas dan tampilannya.
Dari material tersebut, muncul berbagai produk yang cocok untuk kebutuhan kantor sehari hari, di antaranya:
-
Tote bag custom dari kain deadstock untuk goodie bag acara
-
Pouch dari plastik daur ulang untuk onboarding kit karyawan baru
-
Notebook dan stationery set ramah lingkungan
-
Tumbler dengan material berkelanjutan sebagai corporate gift
-
Hampers eco friendly untuk apresiasi klien
Liberty Society hadir untuk menjawab kebutuhan ini. Sebagai social enterprise bersertifikasi B Corp, Liberty Society mengolah limbah plastik dan kain deadstock menjadi merchandise custom yang fungsional dan estetis, mulai dari tote bag hingga corporate gift set. Semua dikerjakan oleh perempuan binaan Rumah Rangkai Karsa, jadi setiap pembelian juga mendukung pemberdayaan mereka. Buat perusahaan yang ingin merchandise kantornya lebih bermakna, Liberty Society siap mengubah limbah jadi karya yang layak dibanggakan.
