Liberty Society Foundation: Program CSR Pemberdayaan Perempuan | Liberty Society

Liberty Society Foundation: Program CSR Pemberdayaan Perempuan | Liberty Society

Liberty Society Foundation: Penyedia Program CSR Pemberdayaan Perempuan yang Terpercaya

Banyak perusahaan ingin menjalankan program pemberdayaan perempuan, tapi berhenti di pertanyaan yang sama: siapa yang akan menjalankannya di lapangan, bagaimana memastikan dampaknya nyata, dan bagaimana melaporkannya dengan cara yang tahan diaudit.

Liberty Society Foundation berdiri untuk menjawab tiga pertanyaan itu sekaligus. Halaman ini merangkum siapa kami, bagaimana model programnya bekerja, kemitraan apa saja yang sudah berjalan, dan bagaimana perusahaan bisa bergabung.

Tentang Liberty Society Foundation & Misinya

Liberty Society Foundation adalah lembaga sosial yang bekerja pada satu tujuan: menciptakan kemandirian ekonomi bagi perempuan dari komunitas prasejahtera dan perempuan pengungsi di Indonesia, melalui pelatihan keterampilan dan akses ke pekerjaan yang nyata.

Yang membedakan model kami dari program pelatihan pada umumnya adalah bagian terakhir itu. Pelatihan keterampilan saja sering berhenti di sertifikat. Tanpa akses pasar, keterampilan baru tidak berubah menjadi pendapatan. Karena itu Foundation bekerja berdampingan dengan unit bisnis Liberty Society, yang menerima order merchandise dari perusahaan dan menyalurkan produksinya ke komunitas yang sudah dilatih. Selain itu, 10% dari profit unit bisnis disalurkan langsung ke Foundation untuk mendanai pelatihan upskilling dan peningkatan kesejahteraan komunitas perempuan secara berkelanjutan.

Artinya, setiap order merchandise korporat yang masuk secara langsung menjadi jam kerja berbayar bagi penerima manfaat, sekaligus berkontribusi pada pendanaan pelatihan lewat mekanisme profit-sharing ini.

Liberty Society memegang sertifikasi B-Corp, standar internasional yang menilai kinerja sosial dan lingkungan sebuah organisasi secara menyeluruh, termasuk tata kelola, perlakuan terhadap pekerja, dan dampak terhadap komunitas. Sertifikasi ini melalui proses audit berkala, sehingga klaim dampak yang kami sampaikan berdiri di atas verifikasi pihak ketiga.

Model Program Pemberdayaan Perempuan

Program kami berjalan dalam empat lapis yang saling menyambung.

Lapis 1 — Rekrutmen dan asesmen penerima manfaat
Penerima manfaat berasal dari komunitas prasejahtera dan komunitas pengungsi. Proses seleksi mempertimbangkan kondisi ekonomi rumah tangga, ketersediaan waktu, dan kesiapan mengikuti pelatihan sampai selesai. Asesmen awal ini juga menjadi baseline untuk mengukur perubahan pendapatan di kemudian hari.

Lapis 2 — Pelatihan keterampilan
Fokus pada keterampilan menjahit dan produksi tekstil, dari tingkat dasar sampai tingkat yang cukup untuk memenuhi standar kualitas produk korporat. Pelatihan mencakup penggunaan mesin, pembacaan pola, teknik jahit, dan quality control. Materi manajemen keuangan rumah tangga sederhana juga dimasukkan, karena peningkatan pendapatan tanpa pengelolaan jarang bertahan.

Lapis 3 — Akses pekerjaan lewat produksi nyata
Setelah lulus pelatihan, penerima manfaat masuk ke rantai produksi Liberty Society dan mengerjakan order merchandise dari perusahaan klien. Pembayaran dihitung per unit dengan standar yang disepakati di awal. Inilah titik di mana pelatihan berubah menjadi pendapatan.

Lapis 4 — Ekonomi sirkular
Sebagian besar material yang diproduksi berasal dari limbah perusahaan: seragam lama, kain sisa produksi, dan dead stock. Dengan begitu satu program menghasilkan dua dampak sekaligus, pengurangan limbah dan penciptaan lapangan kerja, dari anggaran yang sama.

Pengukuran dampak. Indikator yang kami laporkan meliputi jumlah penerima manfaat aktif, total jam kerja yang tercipta, perubahan pendapatan rata-rata, jumlah unit produk yang dihasilkan, dan berat material yang dialihkan dari TPA. Format laporan disesuaikan supaya bisa langsung masuk ke sustainability report atau laporan keberlanjutan perusahaan.

Kemitraan yang Sudah Berjalan

Track record kami tersebar di beberapa sektor industri. Setiap kemitraan punya cakupan dan skala berbeda, dan masing-masing terdokumentasi terpisah.

AXA Financial Indonesia. Kolaborasi program pemberdayaan ekonomi perempuan, menggabungkan pelatihan keterampilan dengan penyediaan akses pendapatan berkelanjutan bagi penerima manfaat. Detail programnya bisa dibaca di halaman kemitraan AXA Financial Indonesia.

PT Pupuk Indonesia. Program yang diarahkan pada kemandirian ekonomi komunitas, mencakup pelatihan dan pendampingan lanjutan. Selengkapnya di dorong kemandirian ekonomi bersama Pupuk Indonesia.

Amazon. Kolaborasi lintas negara pada program pengembangan keterampilan dan pemberdayaan perempuan. Rinciannya ada di kolaborasi Liberty Society Foundation dan Amazon.

Program pengembangan keterampilan lintas mitra. Beberapa perusahaan menjalankan program pelatihan keterampilan dengan skema yang disesuaikan kebutuhan masing-masing. Gambaran modelnya bisa dilihat di empowering women through developing skills.

Di samping kemitraan Foundation, banyak perusahaan juga bekerja sama dengan kami lewat jalur pengadaan merchandise dan pengelolaan limbah, yang tetap mengalirkan pekerjaan ke komunitas yang sama. Cakupan layanan itu dijelaskan di halaman jasa CSR perusahaan Jakarta.

Cara Brand Bisa Berpartner

Ada tiga skema yang paling sering diambil perusahaan.

Skema 1 — Sponsorship program pelatihan.
Perusahaan mendanai satu angkatan pelatihan dengan jumlah penerima manfaat yang disepakati. Anda menerima laporan lengkap mulai dari proses rekrutmen sampai hasil akhir, termasuk profil penerima manfaat dan perubahan kondisi ekonomi mereka. Cocok untuk perusahaan yang ingin program CSR murni tanpa komponen pengadaan.

Skema 2 — Program terintegrasi dengan pengadaan merchandise.
Anggaran merchandise perusahaan disalurkan ke produksi yang dikerjakan komunitas penerima manfaat, dengan material dari limbah perusahaan Anda sendiri kalau tersedia. Skema ini paling efisien karena satu anggaran menghasilkan produk sekaligus dampak sosial yang terukur.

Skema 3 — Kemitraan multi-tahun.
Program berjalan dalam siklus tahunan dengan target penerima manfaat yang bertambah setiap tahun. Skema ini diambil perusahaan yang punya komitmen ESG jangka panjang dan butuh kontinuitas data untuk pelaporan tahunan.

Apa yang Anda terima di setiap skema: proposal program dengan indikator terukur, laporan berkala selama program berjalan, dokumentasi foto dan video, impact report akhir dalam format siap pakai untuk pelaporan, dan opsi kunjungan lapangan bagi tim manajemen atau karyawan.

Memulai Kemitraan

Percakapan awal biasanya dimulai dari tiga hal: target dampak yang ingin dicapai, range anggaran, dan tenggat pelaporan internal Anda. Dari situ kami menyusun proposal program yang sesuai.

[Ajukan Kemitraan Program Pemberdayaan Perempuan →]

Leave a comment

Please note, comments need to be approved before they are published.