J&T Express Indonesia Gandeng Liberty Society, Ubah 146 Kg Limbah Seragam Menjadi Merchandise Eksklusif

J&T Express Indonesia Gandeng Liberty Society, Ubah 146 Kg Limbah Seragam Menjadi Merchandise Eksklusif

Dalam rangka memperingati hari jadinya, J&T Express Indonesia meluncurkan program bertajuk "From Service to Sustainability". Melalui inisiatif ini, perusahaan mengolah 663 potong seragam operasional tak terpakai, setara dengan 146 kg limbah tekstil, menjadi 2.400 produk fungsional seperti pouch, tote bag, bag charm, dan notebook cover sebagai merchandise bagi VIP clients dan business partners J&T Express.

Inisiatif ini dijalankan bermitra dengan Liberty Society, social enterprise bersertifikasi B Corporation (sejak 2024) yang berfokus pada pengolahan limbah berbasis pemberdayaan perempuan. Rangkaian produk hasil upcycling tersebut dialokasikan sebagai merchandise eksklusif internal perusahaan dan jajaran mitra bisnis J&T Express.

Secara lingkungan, pengolahan kembali material ini menekan penggunaan bahan baku mentah (virgin material) dan memitigasi emisi hingga 1,25 ton CO₂e.

Herline Septia, Brand Manager J&T Express, menyatakan bahwa pengelolaan limbah tekstil merupakan bagian dari strategi pengelolaan siklus hidup aset operasional perusahaan.

Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah,” ujarnya.

Dari sisi dampak sosial, produksi melibatkan 18 perajin perempuan dari jaringan binaan Liberty Society, dengan total 1.488 jam kerja produktif. Selain itu, 10% keuntungan kolaborasi akan dialokasikan untuk mendukung program pelatihan Liberty Society Foundation.

Sementara itu, perwakilan Liberty Society, Mareyke Josephine, menilai kolaborasi ini menunjukkan pergeseran pandangan pelaku industri terhadap limbah operasional.

"Setiap kain punya cerita kedua. Seragam yang sebelumnya berpotensi menumpuk di gudang kini kembali beredar sebagai produk yang dipakai sehari hari, dan di antara keduanya ada 1.488 jam kerja bagi perajin di komunitas kami. Kolaborasi ini membuktikan bahwa limbah perusahaan dapat dioptimalkan menjadi sumber pendapatan yang produktif, bukan sekadar biaya pembuangan," ujar Mareyke.

Ke depan, J&T Express berencana melanjutkan integrasi prinsip lingkungan dan sosial ke dalam peta jalan operasional jangka panjang di Indonesia.

Leave a comment

Please note, comments need to be approved before they are published.